MarmutMerah Jambu Oleh Raditya Dika [vnd1qrvgyjnx]. IDOCPUB. Home (current) Explore Explore All. Upload; Login / Register. Home. Resensi Novel Marmut Merah Jambu October 2021 0. Raditya Dika November 2019 28. Biografi Raditya Dika November 2019 45. Manusia Setengah Salmon Oleh Raditya Dika
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Resensi novel Marmut Merah JambuA. Identitas NovelJudul Buku Marmut Merah Jambu Genre Buku Nonfiksi-Komedi Pengarang Raditya DikaPenerbit BukuneCetakan ke- VTahun Terbit Jakarta, 1 Juni 2010 Tebal Buku 222 halaman, 13x20cmHarga Buku 602-8066-64-8 1 2 3 Lihat Book Selengkapnya RESENSINOVEL "MARMUT MERAH JAMBU" IDENTITAS BUKU Judul Buku : Marmut Merah Jambu Genre Buku : Nonfiksi - Komedi Penulis : Raditya Dika Nasution Raditya Dika dalam karyanya "Marmut Merah Jambu" novel yang hanya memiliki tebal buku 218 halaman. Kalo dilihat sepintas, buku ini memang buku yang paling tebel bila dibandingkan dengan buku
Identitas Novel Marmut Merah JambuJudul Buku Marmut Merah JambuPengarang Raditya DikaGenre buku Nonfiksi cerita komediPenerbit BukuneTempat Terbit JakartaTanggal Terbit 1 Juni 2010Tebal Buku 222 halamanUkuran buku 13×20 cmHarga Buku Rp Merah Jambu adalah kumpulan tulisan komedi Dika. Sebagian besar dari tiga belas tulisan ngawur di dalamnya adalah pengalaman dan observasi Dika dalam menjalani hal paling absurd konyol di dunia Jatuh Dika adalah seorang penulis dan juga blogger yang telah terkenal dengan buku – bukunya yang bertema komedi. Setelah sukses dengan buku – buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus dan Babi paling terkenal adalah buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan yang telah dikomikkan dan difilmkan, pada tanggal 1 Juni 2010 Dika meluncurkan buku kelima-nya yang berjudul Marmut Merah dengan buku – buku sebelumnya, judul buku ini masih bertema binatang Marmut Merah Jambu. Secara garis besar, buku ini adalah soal cinta dengan bagaimana memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Raditya Dika sendiri dan tentu saja dengan khas gaya komedinya yang lebih manis dan halus berbeda dengan buku buku yang kelima ini Dika telah mencoba memperbaiki kebiasaanya dalam menggunakan kata- kata yang cenderung selengean, karena sebagian besar peminatnya adalah anak remaja. Jadi, penggunaan kata dalam buku ini lebih halus, namun bukan berati kehilangan khasnya Dika. Lelucon – lelucon yang bisa mengocok perut waktu membaca buku ini tetap pula Dika banyak menggunakan kutipan – kutipan yang menarik dari beberapa komik. Salah satunya kutipan dari komik Peanuts yang dipakai, ketika tokoh Charlie Brown yang sangat suka selai kacang. Dia jatuh cinta terhadap seseorang dan cintanya tak terbalas. Inilah kata – kata dari Charlie Brown “Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love”.Dari segi cerita, buku ini terdiri atas tiga belas bab yang berupa cerita yang saling lepas. Sebagian besar cerita di buku ini adalah membahas pengamatan dan pengalamn pribadi Dika. Ada cerita cinta masa – masa puber saat SMP sampai sekarang ini, jatuh cinta diam – diam, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta yang datang tidak disengaja, sampai di taksir sama dua cewek kembar aneh. Semuanya ditulis dengan gaya komedi dan konyol yang nggak akan yang dituliskan di buku ini tetang diri Dika sendiri, tapi yang ditulisnya adalah hal – hal aneh, konyol dan rada sedikit bego. Bahkan, disini diungkapkan tentang saran seorang temannya, agar Dika menulis sesuatu yang serius karena dia mampu untuk itu. Bener juga sih, untuk apa nulis sesuatu tentang kebodohan diri sendiri? Namun, yang berhasil Dika lakukan disini adalah meramu semua itu menjadi sesuata yang lucu dan bisa ditertawakan rame – rame. Yang akhirnya kita bisa berkaca dari pengalaman Dika untuk bisa menjadi lebih ke tiga belas bab di buku ini saya peresensi memilih beberapa bab yang cukup menarik untuk di review kutip dalam resensi ini, salah satu judulnya Pertemuan Terakhir dengan Ina Juga Resensi Novel Cinta Brontosaurus Karya Raditya DikaCerita ini berawal saat Dika bercerita tentang pertemuannya dengan seorang cewek yang pernah ditaksirnya pada masa SMA, namanya Ina. Setelah sebelumnya sukses mengajak jalan cewek ini diceritakan di bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo, kebiasaan itu terus berlanjut tanpa ada kesan – kesan berarti bagi pun berpisah karena Dika harus kuliah di Adelaide. Sampai kemudian mereka bertemu kembali. Pada pertemuan mereka kemudian, Ina sudah bekerja di sebuah Event Organizer dan Dika telah menjadi penulis. Mereka melakukan pertemuan seperti kesempatan itu, Ina curhat dengan Dika tentang Anto, cowok yang selalu diceritakan Ina ke Dika pada masa SMA dulu dan Ina ternyata masih menyimpan perasaan kepada Anto. Sampai akhirnya Anto bilang ke Ina kalau dia sudah punya pacar, saat itu Ina mulai sadar akan di pertemuan ini Dika ingin memberi tau Ina kalau dia lagi membuat buku baru, yaitu Marmut Merah Jambu yang akan ada bab tentang perasaan cintanya tak terbalas pada Ina yang nggak pernah tau. Saat itu, Dika dibilang berada dalam keadaan bingung untuk mengambil keputusan bagaimana caranya untuk memberi tau Dika mangatakannya juga pada Ina. Tapi sebelum selesai bercerita……Di salah satu bab buku ini ada cerita tentang cewek yang gak pernah bisa gue dapetin.’ Ina menaikkan alisnya, mulutnya kebuka setengah, lalu dia ketawa sekenceng – kencengnya, HAHAHAHAH! Cinta tak terbalas? Serius? Lo ngapain peke nulis gituan segala sih?’Muka Ina berubah jadi merah. Seolah – olah dia baru diceburkan ke dalam kuali. Sedangkan muka gue juga berubah jadi merah. Solah – olah gue ikutan nyebur dalam kuali, belepotan minta tolong.“Bukan sama gue kan? Hahahahahah!” Ina ngomong ngasal.“Eeeeeeerrr yah bukan, masa sama elo, bukan, iya lah bukan, hahahahah bukan hahahahah, gak segitunya, ge’er lo!” gue mulai meracau. Kampret……Ina menghela napasnya. Dia berkata, Lo tau gak sih. Menurut gue pemikiran yang bilang, “kita hanya bisa sempurna jika ketemu dengan soulmate kita” itu pemikiran yang jahat banget.’Maksudnya?’Gini lho,’ kata Ina. Sekarang dia melihat ke mata gue tajam. Kenapa kita baru bisa dibilang komplit dengan kehadiran orang lain itu? Kenapa gak dengan kehadiran sebuah barang, atau…atau hobi, baru kita dibilang komplit? Kenapa harus dihubungkan dengan orang lain? Kenapa kesempurnaan hidup kita, sebagai manusia, harus ditandai bahwa kita udah bisa ketemu dengan soulmate kita?’Bener juga sih… Bagaimana dengan para jomblo abadi, yang mungkin mati sendirian? Bagaimana dengan orang yang memilih untuk tidak pernah mencintai orang lain? Atau, ini yang paling parah bagaimana dengan orang yang cintanya selalu bertepuk sebelah tangan?Unrequited love cinta tak terbalas, adalah hal yang paling bisa bikin kita ngis tanah. Untuk tau kalau cinta kita tak terbalas, rasanya seperti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkan orang tersebut. Rasanya, seperti diingatkan bahwa kita, memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang berakhir dengan memberikan kita sesuatu momen perenungan yang intinya tentang keberadaan seseorang yang takkan bisa kita lupakan sepenuhnya. Orang yang, mengutip Charlie Brown yang sangat suka selai kacang dari komik Peanuts menghilangkan rasa selai kacang Dari lidah kita. Buat Dika, Ina adalah orang yang menghilangkan rasa selai kacang di awalnya Dika ingin membocorkan rahasia isi bukunya, pada pertemuan itu pula Dika mengurungkan niatnya sampai akhirnya buku ini terbit. Itulah hal ter-manis yang Dika bab yang akan di review kutip dalam resensi ini yaitu bab terakhir yang menjadi favorit saya peresensi. Di bagian bab Marmut Merah Jambu inilah kita bisa melihat sisi aslinya sang penulis Raditya Dika.….Dia melihat gue dan bilang dengan sungguh – sungguh, Kita bakalan kayak gini terus, kan?’Aku pengen kita begini terus,’ kata gue, sambil mempererat genggaman itu gue sadar, inilah apa yang coba gue Dika coba tulis di buku Marmut Merah Jambu ini tentang bagaimana manusia pacaran, tentang manusia jatuh cinta, tentang gue jatuh cinta. Dari mulai bagaimana jatuh cinta diam – diam, sampai naksir via chatting. Dari mulai susahnya mutusin cwek, sampai ditaksir sama cewek aneh. Dari mulai kita nembak cewe, sampai akhirnya membuat janji seperti lazimnya orang pacaran lainnya, seperti kita bakalan kayak gini terus. Janji yang terkadang gak bisa memulai buku ini dengan berusaha memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Dika sendiri. Dan di halaman terakhir Marmut Merah Jambu ini, Dika merasa… tetap tidak mengerti, sama seperti Dika memulai halaman – alih seperti belalang, Dika merasa seperti seekor marmut merah jambu yang terus – menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship hubungan ke relationship yang lainnya, mencoba terus berlari di dalam roda bernama cinta, seolah – olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya jalan di tempat. Seperti marmut yang tidak tau kapan harus berhenti berlari di roda yang yang bisa pembaca ambil maknanya dari buku ini adalah bagaimana kita bisa berkaca dari pengalamannya Dika untuk bisa jadi lebih baik, bagaiman kita bisa menertawakan dan have fun dengan kesalahan / kekeliruan / kekurangan yang kita miliki. Bukan berarti kita tidak tau diri dan tidak punya malu. Hanya saja, ketika kita tak sengaja membuat kesalahn, kita jangan terlalu terpekur, tertegun dan merenungi nasib hingga hal tersebut dapat dijadikan pengalaman untuk lebih baik, tidak perlu sembunyi akan kesalahan tersebut, bahkan kita dapat mengungkapkannya lewat sebuah cerita yang di tulis di blog yang akhirnya tak disangka bisa dijadikan novel seperti Raditya Dika. Tentu saja dengan tujuan agar kita bisa lebih baik dari waktu yang akan lain yang bisa pembaca ambil juga adalah, tentang kekompakan dan curahan kasih sayang sebuah keluarga. Yang ternyata Dika sangat perhatian dengan adik – adiknya bahkan kucing peliharaan keluarganya dibuatkan tokoh utama di salah satu bab dimana sang kucing dimanusiakan’.Disini juga diceritakan sang mama yang sangat khawatir dengan sunatan Edgar adik bungsu dika berharap segalanya berjalan lancar diceritakan di bab Balada Sunatan Edgar. Lalu tentang royalty buku – buku Dika yang diperuntukan adik – adiknya. Cerita tentang ayahnya yang sepertinya cuek tapi ternyata perhatian pada Dika dengan ngasih bingkisan lewat orang suruhan ayahnya di detik – detik terakhir di bandara ketika Dika mau shooting di Oz diceritakan di bab Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak FiguranAda juga cerita tentang sebuah perjuangan dan konsistensi. Di bab yang bejudul Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak Figuran ini, diungkapkan mengenai proses pembuatan buku kambing jantan hingga menjadi sebuah film. Awalnya Dika ditawari sebuag PH ternama yang bukan merupakan PH yang akhirnya menjadikan film kambing jantan terwujud. Sampai akhirnya, Dika bertemu dengan produser yang benar – bener mewujudkan terealisasikannya film kambing Jantan walau dalam waktu yang cukup panjang dari dibukukannya Kambing Marmut Merah Jambu ini ditulis dengan bahasa sehari – hari Dika atau bahasa khas gaul anak Jakarta. Disini kemampuan Dika meramu kata – kata yang tak biasa dan menjadikannya humor telah jauh berkembang. Buku ini seperti ditulis dengan pertimbangan yang lama dan panjang untuk setiap kata – kata dan kalimat – kalimatnya. Dan yang paling luar biasa dari karya Dika adalah kata – kata kontemplatif yang ditulisnya disetiap sukses membuat perasaan pembaca menjadi bercampur aduk, dalam buku ini Dika membedahnya cukup baik dengan menembak dengan mengena pada bagian – bagian tertentu yang bisa membuat pembaca termenung sejenak, mengingat hidup mereka, kemudian bisa jadi berakhir dengan senyuman bahagia atau senyuman yang tak bisa digambarkan dengan kata – kata, tertawa terbahak – bahak samapai teriris Juga Resensi Novel Laskar PelangiKelebihan dan KekuranganDilihat dari fisiknya, buku ini lebih tebal, dan lebih berbobot. Cover depannya memiliki warna yang lebih terang dan cerah. Kertas yang digunakan juga mempunyai kualitas yang bagus. Terdapat pula pembatas buku yang pada cetakan pertama berbentuk kaos dan cetakan kedua berbentuk buku tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tak terkecuali buku ini. Saying sekali, ada beberapa kalimat yang tidak lengkap atau hilang pada beberapa bab yang mungkin akibat kesalahan pada bagian editing. Contohnya pada bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo, ada paragraph yang tidak selesai dan sehingga membuat pembaca agak bingung dengan missing scene humor yang berbeda dari Dika ketimbang di buku sebelumnya juga mempengaruhi pembaca. Karena humor yang ada di sini bisa dikatakan lebih halus. Sulit sebenarnya mengatakan apa itu kelebihan atau kekurangan, karena itu sebenarnya masalah selera pembacaada yang mengatakan bahwa Marmut Merah Jambu lebih lucu, tapi ada juga yang mengatakan kurang. Tapi menurut saya peresensi, sejauh ini buku yang di tulis Dika tetap memberikan hal yang bagus dan Juga Resensi Novel 5 Cm
AIdentitas Novel Judul : Marmut Merah Jambu Penulis : Raditya Dika Penerbit : Bukuné Kota Terbit : Jakarta Tahun Terbit : 2010 Cetakan ke- : V Deskripsi Fisik : vi + 222 hlm; 13 x 20cm. ISBN : Tebal Buku : 222 halaman 13×20 cm B. Sinopsis Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. CINTA YANG KONYOLJudul Buku Marmut Merah JambuGenre Buku Nonfiksi-KomediPengarang Raditya DikaPenerbit BukuneTahun Terbit Jakarta,1 Juni 2010Tebal Buku 222 halaman, 13 x 20 cml;Harga Buku • PENDAHULUANRaditya Dika lahir di Jakarta 28 Desember 1984. Adalah seorang comikastand up comedy dan juga penulis yang telah terkenal dengan buku – bukunya yang bertemakan komedi, buku-buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus, dan Babi Nesot. Radit memperkenalkan buku kelimanya yang berjudul “Marmut Merah Jambu” buku yang telah difilmkan ini mengisahkan tentang bagaimana manusia pacaran, tentang manusia jatuh cinta, tentang penulis yang sedang jatuh cinta, bagaimana jatuh cinta dengan diam-diam, suka dengan orang lewat dunia maya atau lewat chatting, susahnya mutusin cewek, samapai ditaksir sama cewek. Dalam novel ini tidak seperti biasanya Radit menceritakan cerita komedi yang memang biasanya diceritakan dalam buku-buku sebelumnya. Berbeda dengan buku sebelumnya dalam buku “MARMUT MERAH JAMBU” ini Radit memang lebih fokus menceritakan tentang cinta tetapi dicampur unsur komedi yang memang dalam buku ini Radit juga menyelipkan beberapa kisah ini secara keseluruhan cukup menarik, terutama penulis menceritakan tentang cinta diam-diam yang menggambarkan bagaimana seseorang mencintai seseorang tetapi takut untuk mengungkapkannya, karena hal tersebut pasti pernah dirasakan oleh hampir semua orang.• ISI RESENSIMarmut Merah Jambu adalah buku ke lima dari Raditya Dika yang telah resmi diterbitkan pada juni 2010. Sebagian besar dari 13 judul yang ada pada buku ini adalah kisah percintaan yang bertepuk sebelah tangan. Hampir semua cerita yang ada di dalam nya adalah pengalaman Radit atau pun dari orang terdekat Radit. Kisah cinta yang bermula dari SD sampai buku ini Radit menceritakan kisah cintanya mulai dari cinta diam-diam, indahnya PDKT, sampai ditolak mentah-mentah. Buku ini keseluruhan sangat menarik dibaca karena sesuai dengan kehidupan sehari-hari seperti cinta diam-diam karena takut mengungkapkan isi hatinya. Keahlian Radit dalam mengolah kata dan sebagian curahan dari teman-temannya menjadi salah satu isi dalam buku ini bahkan mulai dari perhatian orang tuanya, adiknyaEdgar, bahkan sampai kucing peliharaan keluarganya yang dibuat tokoh utama disalah satu bab dimana sang kucing bahasa yang digunakan juga sangat baik membuat pembacanya seperti benar benar menyaksikan langsung kejadian-kejadian yang ada pada buku ini. Apalagi pada waktu Radit mau berangkat untuk shoting film Kambing Jantan . Pada waktu itu ada luar bandara dan tiba-tiba ada nomor tidak dikenal menelfon dan ternyata orang suruhan ayahnyaBang, aku ada titipan dari Bapak; katanya di telepon.Udah mau boarding belom, Bang?’Belom, ini lagi diluar, belom masuk. Kenapa? Tanya gue.Ada titipan dari Bapak! Jangan masuk kedalem dulu, Bang! Tunggu!Sepuluh menit menunggu akhirnya seseorang datang dan memberikan plastik hitam. Apa ini? Celana dalem baru, Bang,’ katanya orang itu, kalem. Gubrak. Celana dalem baru. Bokap gue mitip pesan ke gue agar selalu mengganti celan dalam supaya sehat selalu di ini mengambarkan betapa cintanya Ayahnya kepada Radit agar sehat selalu dengan kemasan yang lucu dan mengharukan. KEUNGGULANBahasa yang digunakan adalah bahasa sehaari-hari dan mudah dipahami pembaca karena sebagian besar pembacanya adalah remaja. Isi bukunya juga sesuai dengan kehidupan remaja masa kini. KEKURANGANAdanya kalimat dan paragraf yang tidak lengkap sehingga pembaca karus membavanya dengan berulang-ulang agar bisa memahami isi nya. KERANGKA PER-BAB1. Orang yang Jatuh Cinta Diam-diamPada bab ini Radit menceritakan tentang dirinya dan teman sekelasnya Aldi yang diam-diam suka pada cewek lain kelas. Pada waktu SMP kelas Misteri Surat Cinta Ketua OsisPada bab ini menceritakan tentang Detektif Tiga Sekawaan yang beranggotakan Radit,Bayu,dan Wahyu yang menyelidiki kisah cinta ketua osis Mario dengan Dora. 3. Balada Sunatan EdgarCerita tentang sunatan adiknya Edgar yang menurut Radit sunatan tersebut sangatlah alay dan melebih-lebihkan, meskipun demikian Radit sangatlah sayang pada Pertemuan Pertama Dengan Ina MangunkusumoKisah cinta Radit yang bertepuk sebelah tangan yang membuat Radit trauma jatuh Pertemuan Terakhir Dengan Ina MangunkusumoKencan terakhir Radit dengan Ina di sebuah tempat makan bubur, karena Radit akan kuliah di Adelaice Panduan Menghadapi Cewek Sehari-hariRadit memberikam cara menghadapi cewek dengan baik dan benar meskipun tetap dengan Surat Kepada Menteri PerdaganganRadit menulis surat kepada menteri perdagangan karena harga tahu dan tempe Catatan Si Pemeran Utama Dengan Muka Kaya FiguranDalam bab ini radit menceritakan tentang ayahya yang selalu ada meskipun orangnya tidak ada9. How I Meet You, Not Your MotherCerita cinta Radit mulai dari PDKT sampai pacaran yang setidaknya berjalan dengan Buku Harian AlfaCerita tentang kucing yang mengangap dirinya sebagai manusia yang mempunyai keinginan seperti Cinta Diatas Sepotong ChattingKisah cinta yang romantis dan konyol tetapi hanya lewat dunia maya atau Dabel TrabelRadit menceritakan tentang dirinya yang tidak bisa melupakan cewek yang dia suka hanya dalam hitungan Marmut Merah JambuRadit mencetitakan tentang kisah cintanya yang indahnya di Toologa Zoo Park di keseluruhan buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti karena sesuai dengan bahasa sehari-hari sehingga mudah dimengerti oleh kalangan remaja karena sebagian besar pembacanya adalah kalangan anak-anak dalam buku ini tidak ada kesalan cetak karena selama saya membaca buku ini saya tidak menemukan kesalahan cetak, halaman kurang, dan halaman saya buku ini sangat cocok untuk anak remaja senang akan bacaan komedi, karena sebagian besar buku ini merupakan lelucon. Selain itu buku ini juga menceritakan kisah cinta sang penulis dan bisa membuat pembaca menjadi tertarik dengan buku ini dengan bahasa yang mudah dipahami karena mengunakan bahasa sehari-hari itu menjadi keunggulannya. Selain itu harganya yang terjangkau dengan saku pelajar. Lihat Lyfe Selengkapnya
Novel2005 - Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh 2006 - Cinta Brontosaurus 2007 - Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa 2008 - Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang 2010 - Marmut Merah Jambu 2011 - Manusia Setengah Salmon Komik (bersama Dio Rudiman) 2008 - Komik Kambing Jantan 2011 - Komik Kambing Jantan 2
Resensi Novel “MARMUT MERAH JAMBU” Resensi Novel “MARMUT MERAH JAMBU” Ø Identitas Buku a. Judul Buku Marmut Merah Jambu b. Genre Buku Novel c. Pengarang Raditya Dika d. Penerbit Bukuné e. Tempat Terbit Jakarta f. Tanggal Terbit 1 Juni 2010 g. Tebal Buku 222 halaman 13×20 cm Ø Unsur Instrinsik Tema Sosial-Pengalaman pribadi Alur Maju Penokohan -Dika Dungu, jenaka, terlihat culun, pandai memrcahkan kasus. -Ina Populer, baik, gengsian -Mama Panikan, sayang anak-anaknya -Edgar Tidak mau rugi -Grup detektif Konyol, hebat -Ara Baik, sahabat sejati Sudut Pandang Orang pertama pelaku utama Latar ü Tempat Dalam cerpen ini juga menggunakan latar tempat, lebih tepatnya daerah Jakarta Selatan sering dituliskan di novel ini seperti Kemang, Pondok Indah Mall, McD, dan lain sebagainya, dikarenakan tempat tinggal Radith yang berada di Jakarta Selatan tepatnya di Cikatomas, Kebayoran. Walaupun tempat tinggal Radit memang tidak disebutkan dalam cerpen ini. ü Waktu Berhari-hari ü Suasana Lebih menggambarkan suasana hati Dika yang kadang senang kadang juga miris. Ø Unsur Ekstrinsik Nilai-nilai Nilai sosial tentang percintaan remaja Bahasa Bahasa sehari-hari bahasa remaja Gaya Cerita Diceritakan secara jenaka Ø Kepengarangan Raditya Dika adalah seorang penulis yang telah terkenal dengan buku – bukunya yang bertema komedi. Mahasiswa lulusan Adelaide University ini meluncurkan buku kelimanya yang berjudul Marmut Merah pembuatan buku yang berjudul Marmut Merah Jambu menghabiskan waktu hampir dua tahun. Buku Marmut Merah Jambu menceritakan kisah percintaan dan pengalaman di kehidupan Raditya Dika. Ø Kelebihan – Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari dan itu mudah dipahami. – Alurnya mudah dimengerti. – Buku Marmut Merah Jambu memberikan kesenangan bagi pembacanya, karena buku ini adalah buku komedi. – Jika terdapat kata-kata sulit,penulis menjelskan di bagian catatan kaki buku. – Isi buku sangat sesuai dengan kehidupan remaja pasa saat ini,sehingga membuat remajapembaca tidak bosan dan mendapatkan banyak pelajaran dari buku tersebut. Ø Kekurangan – Adanya kalimat yang sumbang dalam beberapa bab. – Adanya paragraf yang tidak selesai, sehingga baru bisa di pahami setelah membaca beberapa kali. – Tidak ada koherensi antar bab – Banyak sekali permasalahan yang muncul Ø Perbandingan Setelah sukses dengan buku-buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus dan Babi Ngesot. Yang paling terkenal adalah buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan yang telah dikomikkan dan difilmkan, pada tanggal 1 Juni 2010 Dika meluncurkan buku kelima-nya yang berjudul Marmut Merah Jambu. Marmut Merah Jambu adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika yang dikemas dalam bentuk novel. Sebagian besar dari tiga belas tulisan ngawur di dalamnya adalah pengalaman dan observasi Dika dalam menjalani hal paling absurd konyol di dunia Jatuh Cinta. Secara garis besar, buku ini adalah tentang pengalaman soal percintaan dan bagaimana memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman-pengalaman Raditya Dika sendiri yang tertuang dalam cerita ini. Dilihat dari segi isi buku ini memuat tiga belas bab yang mengulasnya. Ø Hal hal yang menarik Buku ini menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh para pembacanya. Selain itu buku ini juga ringan untuk dibaca, karena memang buku ini disisipi dengan hal-hal yang membuat pembacanya tertawa. Cerita yang ditulis berdasarkan cerita pengalaman hidup si penulis sendiri, jadi real dan lucu. Cover buku ini pun juga cukup menarik dengan warna yang cerah dibumbui warna pink karena memang judul buku ini adalah Marmut Merah Jambu. Ø Ringkasan Film yang diangkat dari novel yang berjudul sama bercerita tentang Dika Raditya Dika yang datang ke rumah Ina Anjani Dina seorang gadis yang merupakan cinta pertamanya sewaktu SMA. Disaat itu Dika juga membawa seribu origami burung bangau di tangan kanannya, dan undangan pernikahan Ina di tangan kirinya. Namun ironisnya, hari esok adalah hari penikahan Ina. Kedatangan Dika tidak diterima dengan baik oleh Bapak Ina Tio Pakusadewo yang curiga kedatangan Dika hanya untuk kasus cinta lama yang belum selesai dan berpikir bahwa Dika ingin menggagalkan pernikahan Ina. Dika pun menceritakan tujuan kedatangannya yang sebenarnya. Kemudian kita flash back dulu melihat bagaimana masa lalu Dika Christoffer Nelwan, dia berteman akrab dengan Bertus Julian Liberty. Pada masa ini, Dika SMA jatuh cinta diam-diam kepada Ina. Baik Dika dan Bertus sama-sama sadar, untuk mendapatkan cewek di sekolah, mereka harus populer. Untuk itu Dika dan Bertus membuat grup detektif bersama Cindy Sonya Pandarmawan. Mereka menyelesaikan kasus-kasus absurd yang terjadi di sekolahnya. Semakin banyak kasus yang terselesaikan, semakin dekat Dika dengan tujuan akhirnya yaitu jadian dengan Ina. Di masa sekarang, seiring dengan Dika bercerita, seiring itu pula dia sadar ada sesuatu hal yang belum selesai dari masa lalunya. Selain itu pula dia bertanya benarkah cinta pertama tidak akan kemana-mana?’ Ø Kesimpulan Buku ini sangat cocok untuk anak remaja yang haus akan bacaan yang mengandung unsur komedi, karena sebagian besar buku ini merupakan lelucon. Selain itu buku ini juga menceritakan kisah cinta sang penulis dan itu bisa membuat pembaca menjadi tertarik dengan buku ini. Bahasa yang digunakan mudah dipahami karena menggunakan bahasa sehari-hari, harganya juga tidak terlalu tinggi serta alur yang digunakan juga mudah dimengerti. About The Author albertaprillio Noveltersebut merupakan pemenang dalam lomba novel "Wanita dalam Cerita" yang diadakan oleh Penerbit Bentang Pustaka. Alexandra, wanita berusia 24 tahun memulai cerita percintaannya dengan penuh lika-liku. Marmut Merah Jambu: Misteri Cinta Pertama. Selasa, 23 September 2014 Posting berikutnya. Komik. Selasa, 23 September 2014 Anda mungkin
0% found this document useful 0 votes196 views4 pagesDescriptionBahasa IndonesiaOriginal TitleResensi novel Marmut Merah JambuCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes196 views4 pagesResensi Novel Marmut Merah JambuOriginal TitleResensi novel Marmut Merah JambuJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
SukaTapi malu - Resensi Novel Marmut Merah Jambu. Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Aplikasi Lainnya; November 16, 2021 Judul : Marmut Merah Jambu Pengarang : Raditya Dika Penerbit : Bukune Genre : Novel Komedi Tahun Terbit : Jakarta, 1 Juni 2010 Tebal Buku : 222 halaman SINOPSIS Buku ini merupakan buku kelima dari Raditya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Marmut Merah Jambu sebuah kisah romansa komediResensi BukuMarmut Merah Jambu Judul Buku Marmut Merah Jambu Pengarang Raditya DikaGenre Buku Percintaan komediPenerbit BukuneDimensi buku 1320 cm Harga Buku Rp Terbit 1 Juni 2010Cetakan ke-5 1 2 3 4 5 Lihat Hobby Selengkapnya
Tebal Buku : 222 halaman 1320 cm Resensi Novel Marmut Merah Jambu Raditya Dika merupakan seorang blogger dan penulis yang cukup terkenal dengan buku-bukunya yang bertemakan komedi atau sebagainya. Setelah sukses dengan buku-buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus dan Babi Ngesot. 0% found this document useful 0 votes298 views7 pagesDescriptionBerikut adalah resensi dari novel Marmut Merah Jambu karya Raditya DikaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes298 views7 pagesResensi Novel Marmut Merah JambuDescriptionBerikut adalah resensi dari novel Marmut Merah Jambu karya Raditya DikaFull descriptionJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Setelahmerilis single debut bertajuk Hey You! awal tahun 2013, tahun ini mereka mengisi soundtrack film MARMUT MERAH JAMBU. Lagu berjudul sama dengan film arahan Raditya Dika tersebut ditulis oleh Bianca yang terinspirasi dari skenario film MARMUT MERAH JAMBU. "Jadi pas itu Christoffer baru pulang reading. Dia bawa skrip trus pas aku baca
0% found this document useful 0 votes1K views4 pagesDescriptionresensi novelCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes1K views4 pagesResensi Marmut Merah JambuJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
resensinovel marmut merah jambu raditya dika oleh may 2nd, 2018 - marmut merah jambu adalah buku ke lima dari raditya dika yang telah resmi diterbitkan pada juni 2010 sebagian besar dari 13 judul yang ada pada buku ini adalah' 'MARMUT MERAH JAMBU KUMPULAN NOVEL RADITYA DIKA APRIL 28TH, 2018 -
0% found this document useful 0 votes503 views2 pagesDescriptionresensi novel Marmut Merah JambuCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes503 views2 pagesResensi Novel Marmut Merah JambuJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. MarmutMerah Jambu. Cerita ini berawal saat Dika bercerita tentang pertemuannya dengan seorang cewek yang pernah ditaksirnya pada masa SMA, namanya Ina. Setelah sebelumnya sukses mengajak jalan cewek ini (diceritakan di bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo), kebiasaan itu terus berlanjut tanpa ada kesan - kesan berarti bagi Ina.

OLEH ELVINA MARIA CHRISTINA PANGESTU JUARA 1 LOMBA MENULIS RESENSI BUKU – PROGRAM LITERASI SMA RUJUKAN SMA NEGERI 9 MANADO Identitas Buku Judul Buku Marmut Merah Jambu Genre Buku Nonfiksi-Komedi Pengarang Raditya Dika Penerbit Bukune Tahun Terbit Jakarta, 1 Juni 2010 Tebal Buku 222 halaman Warna Buku Cream, dengan tulisan Marmut Merah Jambu yang diberi warna merah muda dan foto pengarang buku berpose seperti marmut dilengkapi ornament-ornamen. Kepengarangan Raditya Dika adalah seorang comika stand up Comedy dan juga penulis yang terkenal dengan buku-bukunya yang bertemakan komedi. Buku-buku Radit sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus, dan Babi Nesot adalah buku-buku bestseller. Radit dalam novel Marmut Merah Jambunya ini hendak menyampaikan kisahnya dalam percintaan kepada anak-anak muda jaman sekarang apalagi anak-anak yang lebay. Buku ini secara garis besar adalah soal cinta dengan bagaimana memahami cinta melalui introspeksi kedalam pengalaman-pengalaman Radit sendiri maupun orang-orang terdekat Radit tentu dengan gaya khas komediannya yang lebih manis dan halus. Sinopsis Buku Marmut Merah Jambu adalah buku kelima dari Raditya Dika. Buku ini terdiri dari 13 bab dengan judul yang berbeda. Kisah-kisah tiap bab juga saling lepas namun sebagian besar menceritakan tentang kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan dan hampir semua cerita dalam buku ini menceritakan tentang pengalaman cinta Radit maupun orang-orang terdekatnya. Pengalaman cinta yang beragam mulai dari cinta diam-diam, indahnya PDKT, ditolak mentah-mentah sampai saat ditaksir cewek aneh. Radit mengawali kisah pada buku ini dengan kisah cintanya bersama teman sekelasnya Aldi. Mereka menyukai cewek kelas lain. Aldi jatuh cinta diam-diam pada Widya sedangkan Radit jatuh cinta diam-diam pada Ina. Mereka tak mampu mengungkapkan perasaan mereka karena merasa diri culun. Ketika masuk SMA, Radit bersekolah di sekolah yang sama dengan Ina. Radit dan Ina akhirnya sering jalan bareng dan Ina mulai menceritakan tentang cowok yang ditaksirnya. Cinta Raditpun bertepuk sebelah tangan. Mereka akhirnya berpisah karena Radit akan kuliah di luar negeri. Tak hanya tentang cinta. Cerita dalam novel ini juga mengisahkan tentang kekompakan dan kasih sayang sebuah keluarga, perjuangan Radit dalam pembukuan dan perfilman buku Kambing Jantannya, dan juga kisah tentang kucing peliharaan Radit, Alfa yang diimajinasikan seperti manusia. Kisah pada novel ini diakhiri dengan adanya suatu momen perenungan yang amat dalam bagi para pembaca tentang “Unrequited Love” atau cinta yang tak terbalaskan. Sebuah perenungan tentang keberadaan orang yang tak bisa kita lupakan sepenuhnya, dengan mengutip suatu kutipan Charlie Brown dalam komik Peanuts yang berbunyi; “Nothing can takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love.” Keunggulan Cover buku yang sangat menarik dengan gambar Radit berpose seperti seekor marmut yang lucu sehingga menarik perhatian. Perpaduan warna dan animasi gambar yang unik juga turut menambah lebih banyak perhatian dan menambah kesan komedi sehingga menambah keinginan pembaca untuk membacanya. Kertas yang digunakan juga berkualitas baik sehinga selain ringan, kertas juga tidak mudah rusak. Buku juga dilengkapi dengan pembatas buku yang unik. Tema yang digunakan secara keseluruhan adalah tentang cinta. Mulai dari cinta diam-diam, sampai cinta yang bertepuk sebelah tangan, yang menggambarkan bagaimana seseorang mencintai orang lain tetapi takut mengungkapkannya, karena hal tersebut pasti pernah dirasakan oleh hampir setiap orang. Pilihan tema dalam novel ini juga sangat menarik dan tepat sasaran sebab buku ini ditujukan kepada remaja yang umumnya duduk di bangku SMP dam SMA yang dalam masa dimabuk cinta. Pilihan tema pada bab 3 “Balada Sunatan Edgar”, lebih mengkhususkan pada peran orang tua serta kasih sayang dan kekompakan keluarga yang mengingatkan para remaja tentang betapa pentingnya keluarga itu dan mengingatkan untuk tetap peduli pada keluarga bukan hanya pada pacar. Tema pada bab “Buku Harian Alfa” juga mengisahkan tentang kucing yang juga ciptaan Tuhan yang perlu dihargai dan dicintai. Mengingatkan kita untuk peduli pada makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Kemampuan Radit untuk menceritakan kisahnya semakin sempurna sebab tokoh-tokoh yang digambarkan pada kisah ini sangat lucu dengan karakter yang unik dan beragam. Seperti karakter Aldi yang dongo karena tidak bisa langsung mengutarakan perasaannya pada Widya, karakter Bayu yang bodoh karenan menganggap bahwa kasus yang diselidiki oleh mereka sendiri detektif tiga sekawan benar-benar terjadi. Namun, karakter Radit dalam novel ini yang mau peduli, sederhana, optimis, dan cerdas, serta mau menerima diri apa adanya patut dicontoh oleh remaja masa kini. Setting tempat seperti disekolah, di rumah, setting waktu dan suasana dalam cerita ini ditambah keahlian Radit dalam gaya bahasanya yang ringan dan slenge-an’ mampu mengajak emosi pembaca dan membuat pembaca seakan turut menyasikan peristiwa dalam cerita tersebut. Gaya bahasa yang digunakan adalah hal terbaik dalam novel ini. Sebab gaya bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari sehingga mudah dipahami sebab sebagian besar pembacanya adalah remaja. Ditambah dengan gaya comedian ala Raditya Dika membuat pembaca tak kunjung bosan dan malah ketagihan. Seperti pada saat Radit hendak berangkat untuk shooting film Kambing Jantan. Pada waktu itu ada luar bandara dan tiba-tiba ada nomor tidak dikenal menelfon dan ternyata orang suruhan ayahnya Bang, aku ada titipan dari Bapak; katanya di telepon. Udah mau boarding belom, Bang?’ Belom, ini lagi diluar, belom masuk. Kenapa? Tanya gue. Ada titipan dari Bapak! Jangan masuk kedalem dulu, Bang! Tunggu! Sepuluh menit menunggu akhirnya seseorang datang dan memberikan plastik hitam. Apa ini? Celana dalem baru, Bang,’ katanya orang itu, kalem. Gubrak. Celana dalem baru. Bokap gue mitip pesan ke gue agar selalu mengganti celana dalam supaya sehat selalu di Australia. Peristiwa ini menggambarkan cinta dan perhatian ayah Radit yang dikemas dalam gaya bahasa yang ringan namun lucu dan mengharukan. Karena gaya bahasanya yang asik ini sukses membuat para pembaca memahami amanat yang ingin Radit sampaikan kepada para pembaca. Pesan yang ingin Radit sampaikan adalah jangan teperak dalam nasib dan kesalahan tapi bangkitlah dan belajar dari kesalahan kita, ubahlah kekurangan kita menjadi kelebihan kita dan jadilah orang yang lebih baik. Radit menceritakan betapa pentingnya kasih sayang dan kekompakan keluarga, jangalah menyerah, serta manusiakanlah makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Nilai-nilai sosial, budaya dan kemanusiaan juga tampak dalam novel ini. Seperti bagaimana Detektif Tiga Sekawan peduli dan bersedia membantu sesama, budaya keluarga Ina yang tidak merayakan hari ulang tahun, serta kucing peliharaan Radit yang memiliki perasaan dan cita-cita seperti manusia. Kelemahan Kelemahan satu-satunya pada novel ini terletak pada pemilihan katanya. Pilihan kata yang masih kurang tepat bahkan cenderung terlalu vulgar yang kurang cocok dikonsumsi remaja. Seperti pada bab “Balada Sunatan Edgar” yang menggunakan kata-kata yang terlalu dewasa dan kurang dapat dipahami remaja. Kesimpulan Kesimpulan saya, buku ini sangat bagus untuk dibaca para remaja jaman sekarang. Karena berdasarkan kisah sehari-hari, dalam gaya bahasa yang ringan dan lelucon yang lucu pesan yang amat penting bagi remaja sukses disampaikan. Meskipun ada kata-kata yang kurang pantas, namun tak sebanding dengan pentingnya pesan yang terkandung dalam cerita. Selain itu, kata yang digunakan bukan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak berdasarkan ejaan yang disempurnakan EYD namun karena adalah bahasa sehari-hari yang membuatnya asik dan mudah dipahami maka sulit mengatakan ini sebagai kelemahan atau keunggulan. Buku ini benar-benar bermanfaat, sebab mengajarkan remaja untuk melihat prioritas anatara cinta dan keluarga sebab remaja masa kini hanya mementingkan pacaran dan menomor duakan keluarga, remaja masa kini juga cenderung mudah menyerah dan bertindak semena-mena terhadap tumbuhan bahkan hewan. Tak hanya memberi pesan, tapi buku ini juga mengungkapkan apa yang remaja umumnya rasakan sebab tak jarang remaja sulit untuk jujur pada dirinya sendiri dan tak mampu mengekspresikan diri. Dilihat pada hari ini 2,575 Silahkan anda komentari informasi diatas komentar

Salahsatunya adalah keabsurdan masa SMA di novel Marmut Merah Jambu. Novel ini diangkat ke film layar lebar dengan judul yang sama dan disutradarai langsung oleh penulisnya sendiri. Meski ada unsur cinta anak SMA, film ini bukan hanya menyoroti tentang kebodohan memilih Resensi Buku "BH" Kumpulan Cerpen Emha. 2 Juni, 2020

uPVD5.
  • n0x7p3wa61.pages.dev/446
  • n0x7p3wa61.pages.dev/603
  • n0x7p3wa61.pages.dev/486
  • n0x7p3wa61.pages.dev/197
  • n0x7p3wa61.pages.dev/415
  • n0x7p3wa61.pages.dev/253
  • n0x7p3wa61.pages.dev/660
  • n0x7p3wa61.pages.dev/251
  • resensi novel marmut merah jambu