Tentudalam membuat teks editorial, hal pertama yang dibutuhkan adalah opini. Angka kematian karena kecelakaan pada tahun 2017 bisa dibilang menurun berdasarkan data yang dihimpu oleh Polri dari angka 1.261 jiwa (tahun 2016) menjadi 743 jiwa (tahun 2017). Berikut ini merupakan beberapa contoh kalimat opini dalam iklan: Pakai Clear
- Teks editorial biasa juga disebut teks opini. Teks editorial adalah teks berisi analisis subyektif atas suatu topik atau isu yang sedang ramai dibahas. Dalam teks editorial terdapat opini dan fakta. Opini dan fakta tersebut saling berkaitan dan merupakan sudut pandang atau argumen yang coba diangkat oleh si penulis. Sedangkan fakta dapat berupa data atau bukti atas suatu kejadian atau peristiwa. Berikut ini contoh teks editorial tentang Covid-19 beserta fakta dan opininya Contoh teks editorial tentang Covid-19 Baca juga Teks Editorial Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Contoh 1 Berpulangnya Pahlawan Kemanusiaan Jumlah tenaga medis yang meninggal selama menangani Covid-19 terus bertambah. Mereka bekerja keras melawan pandemi, mengesampingkan kepentingan pribadi demi kemanusiaan. Kematian tenaga medis tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Terhitung per Kamis 15 Oktober 2020, Ikatan Dokter Indonesia IDI mencatat ada total 136 dokter meninggal akibat Covid-19. Terdiri dari 71 dokter umum, 63 dokter spesialis, dan dua dokter residen. Tersebar dari 18 wilayah provinsi dan 66 wilayah kota/kabupaten. Padahal tenaga medis yang menangani tidak hanya dokter saja. Ada perawat dan bagian-bagian lain yang menjadi satu kesatuan tim medis. Hingga 10 November 2020, tercatat 323 tenaga medis meninggal. Tenaga medis merupakan aset negara. Bila nyawa tenaga medis terus berkurang, maka penanganan pandemi akan semakin sulit. Terlepas dari angka-angka, setiap nyawa yang hilang tidak dapat tergantikan oleh keluarga yang ditinggalkan. Jumlah kematian tenaga medis yang terus meningkat, indikasi bahwa pemerintah dan masyarakat kurang berempati pada perjuangan mereka. Bila kebijakan tidak dibenahi, serta kepatuhan masyarakat terus menurun, berapa banyak lagi tenaga medis yang harus gugur. Kalimat fakta Fakta dalam contoh di atas terdapat dalam data-data yang diambil dari IDI, yang terdapat dalam paragraf ketiga. Kalimat opini Sementara opini dalam editorial tersebut terdapat dalam kalimat di paragraf akhir, yaitu, "Jumlah kematian tenaga medis yang terus meningkat, indikasi bahwa pemerintah dan masyarakat kurang berempati pada perjuangan mereka". Kalimat tersebut merupakan pandangan pribadi dari penulis editorial. Baca juga Contoh Teks Editorial Contoh 2 Huru-hara Vaksin Covid-19 Satuan Tugas Satgas Penanganan Covid-19, pemerintah, dan peneliti seharusnya berkoordinasi dengan baik dalam menyampaikan informasi ke publik. Petengahan tahun lalu kita sempat mendengar bahwa pemerintah menjanjikan vaksin pada November 2020. Sementara penelitian dan percobaan vaksin masih terus berjalan, dan belum dapat dipastikan pengaplikasiannya ke manusia. Publik diombang-ambingkan. Organisasi Kesehatan Dunia WHO sampai saat ini belum menganjurkan pemberian vaksin karena memang penelitian terhadap vaksin belum juga usai. Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Iku Adisasmito. Ia meminta masyarakat untuk sabar menanti vaksin Covid-19. Pemerintah mungkin bermaksud baik, menyampaikan janji soal vaksin agar masyarakat tidak panik. Namun penyampaian informasi atau janji ke publik tetap harus berdasarkan fakta di lapangan. Ketidakselarasan antara ujaran pemerintah dengan satgas dan para peneliti, mengindikasikan kurangnya koordinasi dan komunikasi. Kalimat fakta Fakta dalam teks editorial di atas ditunjukkan pada paragraf pertama mengenai pemerintah menjanjikan vaksin pada November 2020, pernyataan WHO, dan Jubir Satgas Covid-19. Kalimat opini Opini terdapat pada kalimat pertama paragraf pertama dan seluruh kalimat di paragraf tiga. Baca juga Perbedaan Teks Editorial dan Teks Berita Contoh 3 Contoh berikut ini diambil dari tajuk rencana koran Kompas edisi Selasa, 3 Maret 2020. Tajuk Rencana Bersama Atasi Covid-19 Pemerintah resmi mengumumkan dua kasus warga Indonesia asal Depok, Jawa Barat, terinfeksi virus korona baru Covid-19. Pemerintah perlu menenangkan Joko Widodo mengumumkan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 2/3/2020, dua warga Indonesia terinfeksi Covid-19 setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang terdeteksi terinfeksi virus korona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Pengumuman Presiden yang didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menepis kecurigaan masyarakat internasional bahwa Indonesia menyembunyikan kasus Covid-19. Setelah pengumuman, tantangan pemerintah adalah menenangkan warga. Kepanikan terlihat dari meningkatnya permintaan masker penutup hidung dan mulut serta cairan beralkohol pembersih tangan. Warga di beberapa tempat dilaporkan memborong bahan pokok di toko swalayan. Langkah Menteri Kesehatan menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan media menunjukkan keterbukaan informasi. Juga langkah menelusuri riwayat kontak pasien kita harapkan akan dapat menenangkan masyarakat. Akan sangat baik apabila pemerintah dapat menjelaskan alasan hanya mengisolasi rumah tinggal kedua pasien dan tidak mengisolasi Kota Depok serta dampaknya pada pencegahan penularan virus. Presiden Joko Widodo telah menegaskan kesiapan pemerintah, antara lain, menyiapkan 100 rumah sakit dengan ruang isolasi dan peralatan berstandar internasional di seluruh Indonesia. Penanganan pun berstandar internasional, kerja sama lintas lembaga dilakukan, anggaran juga disediakan. Secara statistik, korban meninggal di seluruh dunia akibat Covid-19 sekitar 2 persen dari total kasus. Namun, penularan dari orang ke orang relatif mudah dan sudah lintas negara, membuat ketakutan dan kepanikan global. Dalam situasi seperti saat ini, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus bekerja sama membangkitkan optimisme seraya tetap menjaga kehati-hatian. Lembaga legislatif kita harapkan dapat membantu pemerintah mencegah dampak negatif kekhawatiran masyarakat. Kepala daerah segera bergerak menjelaskan langkah pencegahan penularan dan penanganan Covid-19 di daerah masing-masing. Komunitas masyarakat membantu menyebarkan informasi akurat. Hanya dengan kerja sama kita dapat keluar dari dampak negatif pada berbagai sudut kehidupan kita akibat wabah Covid-19. Penanganan yang baik secara bersama-sama akan menjaga kepercayaan dunia usaha dan investor yang pada akhirnya akan menguatkan indeks harga saham gabungan, membuat wisatawan mancanegara kembali berkunjung ke Indonesia, dan ekonomi membaik. Ke depan, kita ingin Indonesia bukan hanya menemukan kasus warga yang terinfeksi, tetapi juga menyembuhkan dan bersama masyarakat dunia mencegah persebaran Covid-19 melalui penelitian kedokteran yang tengah kita lakukan. Kalimat fakta Fakta dalam teks editorial di atas terdapat dalam poin berikut Presiden Joko Widodo mengumumkan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 2/3/2020, dua warga Indonesia terinfeksi Covid-19 setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang. Presiden Joko Widodo telah menegaskan kesiapan pemerintah, antara lain, menyiapkan 100 rumah sakit dengan ruang isolasi dan peralatan berstandar internasional di seluruh Indonesia. Secara statistik, korban meninggal di seluruh dunia akibat Covid-19 sekitar 2 persen dari total kasus. Kalimat opini Sementara opininya dapat ditengarai melalui poin berikut Akan sangat baik apabila pemerintah dapat menjelaskan alasan hanya mengisolasi rumah tinggal kedua pasien dan tidak mengisolasi Kota Depok serta dampaknya pada pencegahan penularan virus. Baca juga Contoh Teks Eksplanasi, Memupuk Rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa Contoh 4 Contoh berikut ini diambil dari tajuk rencana koran Kompas edisi Senin, 9 Maret 2020. Tajuk Rencana Efektifkan Anggatan Covid-19 Anggatan pemerintah untuk menghadapi wabah virus korona Covid-19 sangat kecil jika dibandingkan negara maju sehingga efektivitasnya perlu dipastikan. Paket stimulus yang dialokasikan pemerintah Rp 10,3 triliun 700 juta dollar AS, termasuk insentif fiskal, hibah kepada pemerintah daerah, dan dorongan untuk dana jaminan sosial. Insentif fiskal kedua sedang diformulasikan. Bandingkan dengan Pemerintah China yang mengalokasikan 110,48 miliar yuan 16 miliar dollar AS per 4 Maret 2020. Jepang mengalokasikan pengeluaran tambahan 5 triliun yen 47 miliar dollar AS untuk meredam dampak Covid-19. Korea Selatan dan Singapura masing-masing mengalokasikan 9,9 miliar dollar AS dan 4,06 miliar dollar AS untuk membantu medis, bisnis, rumah tangga. Anggaran Indonesia yang tak banyak itu akan semakin tidak efektif bila terlambat diserap atau dibelanjakan dan tidak tepat sasaran. Karena itu, terbitnya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh pemerintah daerah agar mengendalikan dan mempercepat penyerapan anggaran untuk mengatasi wabah Covid-19 beserta dampak ikutannya berupa perlambatan pertumbuhan ekonomi adalah langkah tepat. Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia pun mengamanatkan para gubernur dan bupati/wali kota untuk menggerakkan segala sumber daya sesuai tanggung jawab dan kewenangannya; mengintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah; dan mengalokasikan anggaran yang memadai dalam upaya mencegah, mendeteksi, dan merespons cepat berbagai penyakit yang menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Kita berharap, anggaran yang minim itu difokuskan pada kegiatan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, seperti peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama ataupun rumah sakit rujukan di daerah yang potensial terjangkit. Pemerintah telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk menghadapi Covid-19, mulai dari proses screening suspect, pengantaran ke RS rujukan, pengambilan spesimen, hingga proses isolasi dan penyembuhan. Tanpa dukungan anggaran, protokol itu akan menjadi kertas belaka. Begitu pula implementasi protokol area pendidikan, seperti pengintensifan kebersihan lingkungan di sekolah, ataupun protokol penanganan Covid-19 di berbagai pintu masuk di daerah, mulai dari bandara, pelabuhan, hingga pos lintas batas darat negara. Tidak kalah penting adalah protokol komunikasi. Di era banjir informasi, kegiatan komunikasi yang masif sangat vital untuk mengatasi bias informasi. Anggaran yang ada sungguh-sungguh digunakan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Percepatan penyerapan anggaran jangan disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak urgen atau balas jasa menjelang pilkada. Dengan kesungguhan, keterpaduan, anggaran yang tidak banyak bisa menjadi modal kuat bagi bangsa ini untuk menghadapi Covid-19. Kalimat fakta Fakta dalam editorial di atas ada dalam poin-poin berikut Paket stimulus yang dialokasikan pemerintah Rp 10,3 triliun 700 juta dollar AS, termasuk insentif fiskal, hibah kepada pemerintah daerah, dan dorongan untuk dana jaminan sosial. Insentif fiskal kedua sedang diformulasikan. Pemerintah China yang mengalokasikan 110,48 miliar yuan 16 miliar dollar AS per 4 Maret 2020. Jepang mengalokasikan pengeluaran tambahan 5 triliun yen 47 miliar dollar AS. Korea Selatan dan Singapura masing-masing mengalokasikan 9,9 miliar dollar AS dan 4,06 miliar dollar AS. Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia Kalimat opini Sementara opini dalam teks editorial di atas, dapat ditengarai pada kalimat berikut Kita berharap, anggaran yang minim itu difokuskan pada kegiatan yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, seperti peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama ataupun rumah sakit rujukan di daerah yang potensial terjangkit. Percepatan penyerapan anggaran jangan disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak urgen atau balas jasa menjelang pilkada. Dua kalimat di atas merupakan respon, tanggapan, atau sudut pandang redaksi terkait data dan fakta yang mereka suguhkan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. MenujuMasyarakat Indonesia yang Multikultural. Pendahuluan. Dalam tulisan saya (Suparlan 2001a, 2001b) telah saya bahas dan tunjukkan bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru.
1 Salah satu indikator kuat dan lemahnya perekonomian suatu negara dapat dilihat melalui cadangan devisa. 2 Meskipun masih didera pandemi Covid-19, perekonomian negeri ini relatif membaik. 3 Kondisi itu membaik karena berdasarkan laporan Bank Indonesia BI, cadangan devisa Indonesia meningkat. 4 Cadangan devisa pada akhir Februari 2021 sebesar US$138,8 miliar triliun. 5 Jumlah ini meningkat dari posisi pada akhir Januari 2021 yang sebesar US$138 miliar triliun. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Peningkatan posisi cadangan devisa pada Februari 2021 terutama dipengaruhi penarikan pinjaman Pemerintah dan penerimaan pajak. Idealnya, Pemerintah mengerahkan segenap daya dan upaya untuk menggenjot ekspor dan menekan impor demi menjaga cadangan devisa pada posisi aman dan nyaman. Menggenjot ekspor di tengah pandemi yang mengguncangkan perdagangan global membutuhkan strategi yang tepat. Badan Pusat Statistik BPS mencatat nilai ekspor Januari 2021 mencapai US$15,30 miliar, atau turun 7,48% jika dibandingkan dengan ekspor Desember 2020, sedangkan jika dibandingkan dengan Januari 2020, ekspor naik 12,24%. Sumber diakses 9 April 2021 Fakta dalam paragraf pertama teks editorial terdapat pada kalimat angka ....
1) seiring Perjalanan Waktu,Sekolah online ternyata menyiksa banyak persoalan. 2.) persoalan itu mulai dari pola belajar yang menjemukan keterbatasan alat belajar sinyal internet susah kekerasan dalam rumah tangga hingga persoalan sosial. 3.) berangkat dari sederet sisi negatif itu membuka sekolah tatap muka pada tahun ajaran ini dinilai menjadi
Jakarta - Paragraf argumentasi atau paragraf bahasan adalah sebuah tulisan berisi pendapat disertai dengan data dan fakta sebagai alasan atau bukti nyata untuk membuktikan kebenaran dari suatu argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain agar mereka mau melakukan sesuatu, sesuai dengan maksud yang perlu diperhatikan dalam mengukur suksesnya penulisan paragraf argumentasi adalah bagaimana cara pembaca dalam menerima dan mendukung gagasan yang dibuat oleh merupakan penjelasan mengenai pola,ciri dan langkah membuatnya, yang dikutip dari buku "Bahasa Indonesia SMA Kelas X" karya Sri Sutarni, dan Drs. Sukardi, Pengembangan Paragraf ArgumentatifPola dan jenis pengembangan pada paragraf argumentasi ditentukan dengan bagaimana cara pengambilan sumber data yang dipakai untuk memperkuat argumen merupakan jenis dan pengembangan pola paragraf argumentasiParagraf argumentasi sebab akibatParagraf argumentasi pola sebab-akibat adalah pendapat yang dikembangkan di awali dengan menyampaikan sebab dan diakhiri pernyataan akibat dari sebab tersebut. Pola sebab-akibat dapat dibuat menjadi akibat-sebab. Pada paragraf jenis ini, kata penghubung yang bisa digunakan adalah oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab Argumentasi PersamaanParagraf pola persamaan disusun berdasarkan prinsip persamaan penarikan kesimpulan, yang secara logika tidak dapat Argumentasi PerbandinganParagraf pola perbandingan disusun berdasarkan pada anggapan yang mencangkup pengertian bahwa salah satu hal yang dibandingkan lebih kuat dari hal yang AutoritasParagraf pola autoritas disusun berdasarkan pendapat seseorang yang terkenal atau diakui keahlianya. Pendapat tersebut akan digunakan sebagai keputusan akhir atau penyelesaian dalam suatu KesaksianSesuai dengan namanya, paragraf kesaksian disusun berdasarkan dari suatu kesaksian seseorang yang pernah mengalami, merasakan, dan mencoba sesuatu. Paragraf kesaksian sifatnya tidak bisa disangkal, karena telah memberikan penjelasan mengenai gagasan, pendapat, atau keyakinan yang ditulis fakta yang dilengkapi dengan memberikan pendapat, kita juga harus menyertakan data yang jelas. Data yang dimaksud disini dapat berupa angka, peta, grafik, atau sumber dari pengalaman, hasil dari suatu penelitian, bahan bacaan yang analisis dan sintesis rangkuman baru yang butuhkan.Analisis bisa dilakukan dengan cara membedakan/memisahkan, menggolongkan sesuatu. Hasil dari analisis yang sudah kamu lakukan bisa dirangkum dan disusun, menjadi tulisan baru sesuai dengan topik bahasan. Sintesis dilakukan dengan objektif dan dengan kesimpulan dan kalimat penutup yang memperkuat Menulis Paragraf ArgumentasiParagraf argumentasi bisa kamu buat dengan langkah-langkah di bawah iniMenentukan tema dan topik apa yang ingin di tujuan dari penulisan paragraf, apakah paragraf ingin ditulis untuk meyakinkan atau mencari dukungan berbagai data sebagai jenis pola pengembangan kerangka paragraf yang terdiri dari gagasan utama dan gagasan melengkapi dan mengembangkan paragraf menjadi rangkaian yang penjelasan mengenai paragraf argumentasi. Detikers jadi makin paham kan? Simak Video "Setelah Sarjana Lanjut S2 atau Cari Kerja?" [GambasVideo 20detik] pal/pal
Sebenarnyasemua Vinaya yang kita miliki telah diperluas pada satu tingkatan atau yang lain. Jadi akan sia-sia untuk berharap menemukan dalam teks-teks yang ada sekarang jejak-jejak kejadian yang ditunjukkan dalam Śāriputraparipṛcchā. 141. Śāriputraparipṛcchā mengatakan secara eksplisit suatu perselisihan atas penyusunan tekstual.
Beberapaciri teks editorial adalah sebagai berikut: Tema teks biasanya merupakan masalah atau isu yang sedang hangat, berkembang, aktual, faktual dan banyak dibahas oleh masyarakat umum. Teks bersifat logis serta sistematis. Teks opini adalah teks yang berisi pendapat yang bersifat argumentative.
PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Penggunaan bahasa sehari-hari yang buruk atau menyesatkan dapat secara serius membatasi kemampuan kita untuk menciptakan dan mengkomunikasikan penalaran yang benar. Seperti yang dikemukakan oleh filsuf John Locke (1632-1704), pencapaian pengetahuan manusia seringkali terhambat oleh penggunaan kata
03Agustus 2021 Oleh: Daniel Kaligis Manakala aparatur pengawal hukum masih mengakrabi kejahatan, maka, kejahatan akan abadi di bumi TIBA masa mengamuflase diri, entah siapa yang dapat dipercaya, uang telah membijaki kuasa. Rakyat haus lapar, dibuntingi propanda berhari-hari, sepanjang hidupnya. Siapa yang dapat mengatur arus kabar berita
Demokrasimenjadi jawaban atas segala pertentangan yang ada dalam masyarakat. Demokrasi menjadi alat keseluruhan masyarakat untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat, bukan hanya untuk segelintir minoritas masyarakat. Demokrasi ini menjadi perwujudan kehendak sejati mayoritas anggota masyarakat (secara ekonomi, sosial, dan politik. Karenanya dapat
TulisanOleh Olsen, H.B. Diterjemahkan oleh Aditya Wicaksono . Untuk bisa menghilangkan reaksi kognitif terhadap kemiskinan yang terlihat, kita harus mengakui adanya bias pada diri kita. Dalam berbagai literatur sosiologi mengenai kemiskinan, ada banyak hasil penelitian mengenai dampak kemiskinan terhadap kemampuan otak. Stres, malnutrisi, dan

Dalamtulisan ini, ungkapan-ungkapan metaforis tentang pileg 2009 akan dianalisis menurut komponen maknanya dan dikontraskan dengan ungkapan-ungkapan yang nonmetaforis untuk menentukan kemiripan yang terdapat dalam kedua komponen ungkapan metaforis yang terdiri atas sumber dan target. dan makna kalimat adalah arti kalimat yang ditimbulkan

Samadengan 51 kilometer setiap hari atau sama dengan luas 300 lapangan sepak bola setiap jam. Data itu dikemukakan oleh Hapsoro, Juru kampanye hutan regional Greenpeace Asia Tenggara di Tugu Proklamasi. Dengan angka-angka itu, Indonesia bisa masuk “The Guinness Book of World Record” sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia. o3kmSYf.
  • n0x7p3wa61.pages.dev/238
  • n0x7p3wa61.pages.dev/386
  • n0x7p3wa61.pages.dev/349
  • n0x7p3wa61.pages.dev/89
  • n0x7p3wa61.pages.dev/5
  • n0x7p3wa61.pages.dev/555
  • n0x7p3wa61.pages.dev/80
  • n0x7p3wa61.pages.dev/927
  • argumen mendukung dalam teks editorial ditunjukkan oleh kalimat angka